Beranda/Ranking Kampus/UGM Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia Versi QS Asia 2027, Akhiri Dominasi UI
Ranking Kampus

UGM Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia Versi QS Asia 2027, Akhiri Dominasi UI

Sebanyak 115 perguruan tinggi Indonesia masuk dalam QS Asia University Rankings 2027. UGM memimpin peringkat nasional, sementara Unair dan UI bersaing ketat di posisi berikutnya.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•5 November 2026•6 Menit Baca•19 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
UGM Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia Versi QS Asia 2027, Akhiri Dominasi UI

Peta persaingan perguruan tinggi Indonesia dalam pemeringkatan internasional kembali berubah. Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menempati posisi pertama nasional dalam QS Asia University Rankings 2027, mengungguli Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Indonesia (UI).

Dalam pemeringkatan yang dirilis pada 3 November 2026 tersebut, UGM menduduki posisi ke-53 Asia. Unair menyusul di peringkat ke-55, sedangkan UI berada tepat di belakangnya pada posisi ke-56.

Hasil ini menandai kembalinya UGM sebagai perguruan tinggi dengan peringkat tertinggi di Indonesia setelah terakhir kali menduduki posisi tersebut pada edisi 2021. Selama lima edisi berikutnya, yakni 2022 hingga 2026, posisi puncak nasional secara konsisten ditempati UI.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Secara keseluruhan, sebanyak 115 perguruan tinggi Indonesia tercatat dalam QS Asia University Rankings 2027. Pemeringkatan tersebut mencakup lebih dari 1.720 institusi pendidikan tinggi di kawasan Asia.

UGM, Unair, dan UI Bersaing Ketat di Puncak

Persaingan tiga perguruan tinggi teratas Indonesia menjadi salah satu sorotan dalam pemeringkatan tahun ini. UGM, Unair, dan UI hanya terpaut tiga posisi dalam daftar Asia, memperlihatkan kedekatan hasil penilaian ketiganya secara regional.

Di bawah ketiga universitas tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di posisi keempat nasional dengan peringkat ke-67 Asia.

Sementara itu, IPB University melengkapi lima besar nasional dengan menempati urutan ke-100 Asia. Peringkat tersebut sekaligus menjadikan IPB sebagai perguruan tinggi Indonesia kelima yang masuk dalam 100 besar Asia.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Universitas Padjadjaran (Unpad) menyusul pada peringkat ke-101, diikuti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada posisi ke-105 Asia.

Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Brawijaya masing-masing menempati peringkat ke-116 dan ke-119 Asia. Adapun Universitas Sebelas Maret (UNS) berada di urutan ke-158 Asia sekaligus melengkapi sepuluh besar perguruan tinggi Indonesia.

Dengan demikian, sebanyak sembilan universitas Indonesia berhasil menembus 120 besar Asia, sementara seluruh kampus dalam sepuluh besar nasional berada di kelompok 160 besar.

Binus Jadi Perguruan Tinggi Swasta dengan Peringkat Tertinggi

Di tengah dominasi perguruan tinggi negeri, Bina Nusantara University (Binus) mencatatkan posisi tertinggi di antara perguruan tinggi swasta Indonesia.

Binus menduduki peringkat ke-173 Asia dan menempati posisi ke-11 nasional. Capaian ini menempatkannya sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia dalam kelompok 200 besar Asia berdasarkan daftar 20 kampus nasional teratas.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Universitas Hasanuddin (Unhas) menyusul di posisi ke-187 Asia, sekaligus menjadi perguruan tinggi dengan peringkat tertinggi dalam daftar 20 besar nasional yang berlokasi di luar Pulau Jawa.

Sementara itu, Universitas Sumatera Utara (USU) berada pada peringkat ke-256 Asia, disusul Telkom University di posisi ke-303 dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada urutan ke-364.

Universitas Andalas (Unand) juga masuk dalam daftar dengan peringkat ke-378 Asia. Kemudian, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) masing-masing menempati posisi ke-415, ke-430, dan ke-451 Asia.

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya melengkapi daftar 20 besar Indonesia dengan menempati peringkat ke-484 Asia.

Pulau Jawa Dominasi Daftar 20 Kampus Terbaik

Dilihat dari persebaran geografisnya, perguruan tinggi di Pulau Jawa masih mendominasi daftar 20 universitas Indonesia dengan peringkat tertinggi.

Sebanyak 17 dari 20 perguruan tinggi tersebut berlokasi di Pulau Jawa, atau setara dengan 85% dari keseluruhan daftar.

Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan representasi perguruan tinggi terbanyak, melalui keberadaan ITB, IPB University, Unpad, Telkom University, dan UPI.

Daerah Istimewa Yogyakarta juga memiliki tiga perguruan tinggi dalam daftar, yakni UGM, UMY, dan UNY.

Sementara itu, tiga perguruan tinggi dari luar Pulau Jawa yang berhasil masuk dalam daftar adalah Universitas Hasanuddin di Sulawesi Selatan, Universitas Sumatera Utara di Sumatera Utara, serta Universitas Andalas di Sumatera Barat.

Komposisi ini memperlihatkan bahwa universitas dengan posisi tertinggi dalam pemeringkatan QS Asia 2027 masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, meskipun sejumlah perguruan tinggi dari Sumatra dan Sulawesi turut masuk dalam kelompok 20 besar nasional.

Bagaimana QS Menentukan Peringkat Universitas?

QS Asia University Rankings menggunakan sebelas indikator untuk mengukur kinerja perguruan tinggi di kawasan Asia. Penilaiannya mencakup reputasi akademik, pandangan pemberi kerja, kualitas penelitian, kondisi pembelajaran, serta keterlibatan internasional.

Reputasi akademik menjadi indikator dengan bobot terbesar, yakni 30% dari total penilaian. Sementara itu, reputasi di kalangan pemberi kerja menyumbang 20%.

Kedua indikator tersebut secara bersama-sama memiliki bobot 50%, sehingga persepsi akademisi dan dunia kerja menjadi komponen penting dalam menentukan posisi perguruan tinggi.

Aspek penelitian juga memperoleh perhatian melalui indikator sitasi per publikasi sebesar 10%, jejaring riset internasional sebesar 10%, dan jumlah publikasi per dosen sebesar 5%.

Dari sisi akademik, rasio pengajar terhadap mahasiswa memiliki bobot 10%, sedangkan proporsi staf akademik bergelar doktor menyumbang 5%.

Adapun indikator internasionalisasi terdiri atas rasio pengajar asing, mahasiswa asing, serta pertukaran mahasiswa masuk dan keluar negeri, masing-masing dengan bobot 2,5%.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa posisi universitas tidak hanya ditentukan oleh publikasi ilmiah, tetapi juga oleh reputasi, kapasitas akademik, dan kemampuan membangun kolaborasi internasional.

Pemeringkatan Asia Beri Penekanan Berbeda dari QS Global

Metodologi QS Asia University Rankings memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan pemeringkatan universitas tingkat global.

Dalam pemeringkatan regional, indikator seperti reputasi di kalangan pemberi kerja dan jejaring penelitian internasional memperoleh penekanan lebih besar.

Product and Research Advisor QS Quacquarelli Symonds, Wesley da Silva Sequeira, menjelaskan bahwa reputasi perguruan tinggi di mata pemberi kerja memiliki peran penting dalam konteks regional Asia.

Selain itu, kemampuan universitas membangun jaringan penelitian lintas negara menjadi bagian dari penilaian untuk melihat keterlibatan institusi dalam kerja sama akademik internasional.

Sebaliknya, indikator proporsi tenaga pengajar dan mahasiswa internasional memperoleh bobot yang lebih rendah. Kondisi tersebut mempertimbangkan perbedaan kapasitas perguruan tinggi di Asia dalam menarik akademisi dan mahasiswa dari luar negeri.

Dengan demikian, peringkat QS Asia dan QS World University Rankings tidak dapat dibandingkan secara langsung karena menggunakan komposisi indikator yang berbeda.

Persaingan Perguruan Tinggi Indonesia di Tingkat Asia

Perilisan QS Asia University Rankings 2027 berlangsung dalam rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang diselenggarakan di Bali pada 3–5 November 2026.

Konferensi tersebut melibatkan Binus University sebagai tuan rumah, serta Universitas Padjadjaran dan The Education University of Hong Kong sebagai penyelenggara pendamping.

Bagi Indonesia, hasil pemeringkatan tahun ini memperlihatkan perubahan posisi sejumlah perguruan tinggi dalam persaingan regional.

Kembalinya UGM ke puncak nasional menjadi salah satu perkembangan utama, disertai persaingan ketat antara Unair dan UI. Di sisi lain, keberadaan Binus dalam 200 besar Asia memperlihatkan keterwakilan perguruan tinggi swasta di antara institusi dengan peringkat tertinggi.

Meski dapat menjadi salah satu acuan dalam melihat posisi perguruan tinggi Indonesia secara internasional, hasil pemeringkatan perlu dibaca sesuai metodologi dan indikator yang digunakan.

Peringkat universitas tidak secara langsung menggambarkan kualitas seluruh program studi maupun pengalaman pendidikan setiap mahasiswa. Namun, hasil tersebut memberikan gambaran mengenai reputasi, produktivitas penelitian, dan daya saing institusi pendidikan tinggi Indonesia di kawasan Asia.

Baca Juga: Binus University Jadi Kampus Swasta Terbaik Indonesia, Masuk 200 Besar Asia Versi QS Rankings 2027

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!